Sejarah Keperawatan Di Dunia dan Di Indonesia

A. Latar belakang Masalah
Perjalanan manusia dan pengalamannya di dunia mewakili sejarah spesies kita. Untuk memahami masa sekarang ini dan rencana untuk masa yang akan datang, kita harus memahami masa lalu. Seperti kata pepatah : mereka yang tidak belajar dari sejarah akan mengulangi hal yang sama. Seni dan ilmu perawatan tidak terlepas dari hokum ini. Ada hubungan yang dinamis antara evolusi manusia dengan keragaman budaya dan sosial, dan dengan lingkungan, epidemiologi dan penemuan ilmiah. Dengan demikian sejarah tidak boleh dilihat terpisah dari masa sekarang ini, tetapi dilihat dengan tanpa batas dan dari banyak aspek, yang dapat menginformasikan masa sekarang melalui data, pengalaman dan kebijaksanaan kolektif.
Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan professional yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan yang berdasarkan pada ilmu dan etika keperawatan. Keperawatan sebagai bagian intergral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Tenaga keperawatan secara keseluruhan jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada, dimana keperawatan memberikan konstribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang relatif, berkelanjutan, koordinatif dan advokatif. Keperawatan sebagai suatu profesi menekankan kepada bentuk pelayanan professional yang sesuai dengan standart dengan memperhatikan kaidah etik dan moral sehingga pelayanan yang diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik lanjut
Manusia Primitif
Sejak awal kehidupan, manusia telah mempunyai rasa ingin tahu tentang proses penyembuhan sehingga penemuan untuk menyingkap misteri kesehatan, sakit dan penyembuhan dikatakan sudah mulai. Dalam banyak cara, hal ini adalah perjalan yang banyak jalur berbeda, karena setiap budaya dan masyarakat pada periode sejarah yang berbeda mengembangkan pemahaman yang baru dan bervariasi. Keegan (1988( menggambarkan hali dalam sebuah table yang menunjukan sebuah urutan/kronologi penyembuhan pada jaman purbakala.
• Gambar dan ukiran menandakan pengenalan terhadap sifat siklit/perputaran waktu 35.000 SM
• Gambar dan runtuhan akibat aktivitas yang memalukan 20.000 SM
• Necrospy (studi tentang kematian dan praktif mumifikasi) di mesir 3.000 SM
• Literatur mesir tentang penyembuhan dan magis 2.000 SM
• Klasifikasi Ilmiah dan tulisan oleh Hippocrates di Yunani 500 SM
• The Yellow Emperor’s Classic of Internal Medicine : Isinya meliputi Antomi 200SM
Fisiologi, hygiene akupuntur dan moxibutbustion
• Rig-Veda : Isinya meliputi kesadaran filosofi dan penyembuhan di India 200 SM
• Materi medic dari Sheng nung : Isinya meliputi dekskrifsi 365 Obat-obatan 200 SM


• Literatur saat ini berpendapat bahwa menerima dan memberikan perawatan telah menjadi keistimewaan utama interaksi manusia dalam setiap budaya melewati setiap era dan dikenal sebagai atribut yang perlu menopang kelangsungan hidup kemanusiaan (Buckman dan Sabbagh, 1993)
• Edward-Rees (1966), menegaskan bahwa manusia primitive memandang sehat-sakit sebagai tindakan ketidaksenangan tuhan, dan penyembuhan kesehatan bergantungan pada pesona, persembahan dan mantera yang akan memenangkan mereka. Tetapi pernyataan ini tidak kongruen secara keseluruhan dengan penemuan yang ditemukan ahl paleopatologi (mereka yang mempelajari bukti penyakit dari zaman pra sejarah
• Buckman dan Sabbagh lebih jauh menyatakan bahwa perawatan penyembuhan yang tidak diragukan lagi setelah tersedia dari pemuka lokal atau shaman yang mereka menegaskan, akan mengontekskan kesehatan dan penyakit dengan kerangka kerja filosofi dan mistik dengan alam semesta, sementara yang lain berpendapat bahwa manusia kuno terutama akan mengandalkan pelayanan penyembuhan wanita atas pengetahuan terhadap bahan tumbuh – tumbuhan untuk pengobatan (Oakley, 1976).

Yunani Kuno
• Oakley (1976) menjelaskan bahwa perubahan utama yang pertama di bidang penyediaan pelayanan kesehatan mulai terjadi saat masyarakat kuno memperhatikan dirinya dengan observasi yang empiris dan pencaharian untuk pemikiran ilmiah. Untuk banyak ahli sejarah, titik ini dalam sejarah dikatakan memulai dengan Yunani kuno, mereka anggap, mengembangkan ketertarikan yang sangat besar dala memahirkan pengetahuan Ilmiah dan pemikiran filosofi. Dalam istilah kesehatan, Yunani Kuno tercecata sebagai penemu pengobatan barat modern
• Orang yunani percaya bahwa kesehatan yang baik dicapai dengan sebuah keseimbagan antara empat hubungan humours, identitas tubuh, – darah, lender, empedu kuning, dan empedu hitam. Untuk orang yunani kuno, penyembuhan kesehatan bergantung pada kembalinya empat subtansi ini dalam posisi keseimbagan. Lebih jauh mereka mempertimbangkan bahwa ada hubungan antara epidemic dengan atmosfer, dan lingkungan dengan tingkah laku manusia, lama sebelum adanya pengetahuan teori kuman (germ theory), dan dengan pandangan ini mereka menganjurkan hygiene yang baik dan peningkatan kesehatan masyarakat (O.U, 1985)
• Seorang dokter terkemuka di Yunani adalah Hippocrattes, seorang filosof dan penyembuh yang hidup di periode 460 SM, sering disebut sebagai bapak kedokteran modern
• Dalam suatu tulisan King Menjelaskan akan tulisan Hippocrates tentang “iatroi” (dokter laki-laki), menegaskan bahwa orang yunai menngidentifikasi kebutuhan perawat yang terlatih untuk membantu iatroi dalam keterampilan merawat dan pemberian pengobatan.

Roma Kuno
• Dari zaman yunani Kuno, jejak sejarah tentang penyembuhan dan caring bergerak ke Roma Kuno. Proses ini terjadi sangat berangsur – angsur sehingga menyulitkan untuk menentukan kappa yang satu selesai dan yang lain dimulai. Meskipun demikian secara umum diketahui bahwa pengaruh ilmu pengetahuan bangsa yunai dan keahlian teknik orang Roma menembus abad kuno dan mempunyai pengaruh yang khusus terhadap perawatan kesehatan
• Saat orang mengalahkan yunani, dua kebudayaan tersebut mempunyai pandangan yang berbeda tentang kesehatan. Orang Roma purba mempercayai bahwa perawatan kesehatan adalah merupakan tanggung jawab individu dalam beberapa tingkat dan bahwa minta pertolongan dan bantuan dari orang lain dilihat sebagai kelemahan manusia. Konsekuensinya, orang Roma melihat itdak ada kebaikan dalam mengakui status yang tinggi dari dokter Yunani, dan terhadap kontribusi mereka pada Ilmu kesehatan. Sebagai hasilnya, banyak dokter Yunani menjadi budak orang Roma, biasanya melayani pada elite (Bullough dan Bullough, 1979) menyatakan bahwa pertukaran antara dokter Yunani da Orang Roma yang berpendidikan memungkinkan penyebaran pengetahuan medis yunani, Sekalipun pada tingkat individu dan dalam cara yang terbatas
• Keperawatan, sebaliknya, adalah aktivitas yang didorong, khususnya dalam kerangka kerja angkatan bersenjata. Bukti – bukti menyatakan bahwa antara Roma diajarkan seni pertolongan pertama untuk menolong temannya yang terluka, ia akan dipindahkan ke rumah sakit yang mudah didirikan dan aman tempat asuhan keperawatan akan diberikan oleh wanita yang terampil merawat luka dan penyembuhan yang sakit (Bullough dan Bullough, 1979)
• Dengan meluasnya kota Roma, demikian juga halnya dengan kebutuhan kesehatan pada penduduk Roma dan Khususnya pada kesehatan tentara Roma yang penting sekali dalam melihara kebesaran imperium Roma. Untuk memfasilitasi penyembuhan tentara yang sakit dan terluka, rumah sakit dibangun disebuah lingkungan yang menyebarkan kedamaian dan ketenangan. Rumah sakit ini sering dibangun mendekati musim yang dianggap mempunyai bahan-bahan penyembuhan (Edwards-Rees, 1996), dan disini dokter Yunani yang dijadikan budak diizinkan untuk praktik dan memperluas seni penyembuhan sementara keperawatan seri diberikan oleh wanita bangsawan Roma yang merasa bahwa keperawatan sebagai suatu pekerjaan, konsekuensinya, keperawatan dipandang sebagai pekerjaan yang mempunyai status yang tinggi. Lebih jauh lagi ahli sejarah menyatakan bahwa standar asuhan keperawatan relative tinggi, memusatkan kebutuhan pasien dari persepektif fisik, psikologis, sosiologi, spiritual secara holistic, sebuah pendekatan yang sekarang ini digunakan dalam praktik (Buckman dan Sabbagh, 1993).

Timur Jauh
• Prinsip kuno dan Filosofi perawatan kesehatan dan sakit dibudaya Timur seperti Cina sangat berbeda yang sudah digambarkan diatas. Orang Cina percaya pada kesatuan kehidupan dengan alam semesta dan pergerakan kehidupan yang disebut “Chi”. Chi mampu mampu melakukan perjalanan dalam tubuh tanpa melihat alur khusus yang disebut meridian. Chi memelihara status keseimbangan yang dikenal sebagai “Yin” dan “Yang” (Yin digambarkan sebagai energy wanita dan Yang sebagai energy pria.
• Berdasarkan kepercaya ini, budaya kuno dari timur jauh dalam merawat sakit dihubungkan dengan curah energy dari pasien, yang dapat dirangsang melalui teknik akupungtur dan akupresur, yang didesai untuk mengembalikan curahan energy
• Tumbuh-tumbuhan juga memainkan peranan penting dalam perawatan kesehatan dalam budaya kuno Timur Jauh.

Sistem Ayurvedic India Kuno
• Prinsip dan filosofi penyembuhan menurut Ayurveda (Hindu) berkembang sekitar 2000 tahun yang lalu dan mencakup konsep bahwa kesehatan berbuhungan dengan keseimbangan antara humours tubuh , jaringan eksresi, trinitas tubuh pikran dan jiwa. Penyakit, dilain pihak, digambarkan istilah bahwa yag berhubungan dengan lima elemen : eter, udara, api, air dan bumi. Filosofi ini secara esensial merupakan sebuah perspektif holistik yang memandang jiwa manusia berhubungan dengan alam semesta, sebuah posisi yang mendorong pencarian diri dan kebenaran universal sebagai bagian dasar dalam kesehatan. Kehidupan dipandang sebagai proses dinamis yang terus berlanjut dengan pola siklik sepanjang rentang hidup-mati-hidup. Konsekuensinya, kepercayaan terhadap reinkarnasi meresap dalam setiap aspek kehidupan dan kematian
• Sistem Ayurveda merumuskan prinsip dan filosofi yang memandang Yoga sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan, mencegah penyakit dan mengalihkan kesehatan perspektif individu. Yoga adalah mencari kesatuan kehidupan, sebuah keutuhan dalam mencari kebenaran yang bersifat ketuhanan. Ini adalah arti mencari umum panjang, peremajaan lagi dan realisasi diri. Dalam pencaharian ideal ini, individu dapat mengkuti alur yang berbeda seperti berbicara pada roda, dimana setiap perkataan dihubungkan dengan pusat dan dengan demikian dihubungan dengan keseluruhan
• Kesehatan dipandang dari perspektif yang holistik : tubuh harus dilatih (Hatha Yoga), pikiran dirangsang, dan kesatuan dengan “keseluruhan” dicapai (Raja Yoga) melalui proses meditasi. Selama periode sakit, meditasi digunaka untuk membantu memulihkan area energy yang dikenal sebagai “chakra” yang mirip dengan gambaran meridian dalam filosofi timur, tetapi lokasinya berbeda. Ada 7 chakra utama yang didistribusikan didalam tubuh, dan saat energy yang tercurah melalui chakra ini dihambat, dapat terjadi sakit
• Yoga sebagai aktivitas untuk mengurangi stress dan alat untuk meningkatkana kesejahteraan tumbuh dalam masyarakat budaya barat dan mulai direkomendasikan oleh dokter sebagai sebuah bentuk terapi. Jelas bahwa budaya kuno Timur Jauh dan India telah menciptakan filosofi perawatan kesehatan yang kelihatannya melekat di dalam struktur masyarakat.

Awal pengaruh Agama Kristen
• Literatur sejarah berpendapat bahwa dengan matinya kekaisaran Roma, ketetapan pelayanan kesehatan dan sakit pada peradaban barat pada 1000 tahun berikutnya dikontekstualkan dalam kerangka kerja doktrin/ajaran Kristen. Banyak pertanyaan yang sering dilontarkan sebagai usaha untuk membutktikan alasan mengapa hal ini terjadi
• Terlepas dari debat secara teologis, hal ini menunjukan bahwa roma telah terlalu memperluas diri tidak dapat lagi membantu kesehatan dan kesejahteraan penduduknya. Banyak orang roma berulang kali menderita kemiskinan penyakit dan wabah yang memporakporanddakan dengan hasil umur harapan hidup penduduk antara 20-35 tahun (Pounds,1974). Kematian secara politik, warga roma dikecewakana dengan kerangka kerja yang dijalankan dan dihibur dengan ajaran Kristen
• Dengan demikian, pemeluk Kristen disarankan untuk menerima takdir mereka dan mempersiapkan diri untuk kehidupan selanjutnya. Uskup akhirnya mengambil alih tanggung jawab terhadap orang sakit dan fakir miskin, tetapi benar-benar merawat mereka didelegasikan kepada diakon. Pada periode awal agama Kristen, diakon menyediakan perawatan didalam ruma pasien, sebua pelopor untuk perwawatan komunitas sekarang ini

Biara

• Saat suara agama Kristen menjadi semakin kuat, focus dalam penyediaan perawatan kepada orang yang sakit dan fakir miskin berubah arah dari komunitas menjadi perawatan institusional dalam kerangka kerja sistem biara. Ahli sejarah menyatakan bahwa alasan utama perubahan ini adala para diakon mulai takut terpengaruh oleh materialism dan korupsi (Baly, 1980,; Edwards-Rees, 1965 ; Bullough dan Bullough,1979). Oleh karena itu diakon mencari tempat perlindungan orang yang jauh dari kota dan membentuk komunitas kecil seperti pendapat masyarakat. Komunitas ini kemudian menjadi bangunan tertutup yang akhirnya kemudian dikenal sebagai biara.
• Kesetian terhadap aturan yang ketat dan peraturan merupakan keistimewaan prinsip dalam kehidupan biara, yang dipusatkan dalam bekerja, berdoa dan pengenduran diri (self-flagellation). Gagasan Self flagellation ini menghilang oleh pengaruh St. Benedict yang membuat lebih banyak aturan-aturan yang toleran, salah satu diantaranya adalah gagasan bahwa setiap pendeta mempunyai kewajiban untuk merawat rekannya selama ia sakit. Prinsip ini lebih jauh diperluas untuk masyarakat untuk diluar tugas biara, dengan hasil pada beberapa bagian biara didesai dengan tujuan untuk penyembuhan dan perawtan terhadap orang sakit dan miskin
• Meskipun fakta menunjukan bahwa pendeta dipertimbang sebagai lebih terdidik dibandingkan mereka yang belum bisa melakukannya, ahli sejarah menyatakan bahwa seni dan ilmu penyembuhan dan perawatan mengalami kemajuan yang sangat sedikit dalam periode ini. Mereka melekatkannya pada ketaatan total pada filosofi Kristen menyokong praktik keperawatan kesehatan yang agak dasar dan kadang-kadang bahkan biadad.Baly (1980) menyatakan bahwa : “ Orang sakit yang malang dimadikan dan diberi makan, dibersihkan lukanya, didoakan, dan disiapkan untuk kehidupan dan dunia selanjutnya.”.
• Menurut literature saat itu, hampir seluruh populasi sudah dirawat dalam rumah sakit biara, tetapi menurut Alic (1990), hal ini tidak dianggap layak. Argumennya berdasarkan pada gagasan bahwa jarak antara biara dan desa terlalu jauh dan dengan demikian akan membatasi kesempatan untuk merawat diluar biara. Untuk itulah. Alic menegaskan diluar biara. Keperawatan akan disediakan oleh anggota keluarga dan penyembuh wanita.

Abad Pertengahan
• Ahli sejarah menyatakan bahwa secara umum pada Abad pertengahan sama sekali tidak ada kemajuan ilmiah yang berarti. Dengan demikian abad pertengahan kemudian dikenal sebagai abad kegelapan. Gambaran ini secara bermakna menurunkan nilai segala kemajuan dan perkembangan yang dibuat sepanjang periode ini, khususnya pada area perawatan kesehatan, dan sebuah tinjauan catatan sejarah secara jelas menunjukan bahwa sepanjang periode Abad pertengahan, dokter-dokter Eropa berkontribusi terhadap perkembangan perawatan kesehatan, khususnya dokter-dokter ini dipengaruhi oleh filosofi perawatan kesehatan yang didukung oleh kebudayaan yang lain seperti kodekteran Vedic dari India dan dokter-dokter Saracen dari Arab. Kedokteran Vedic dikatakan mengkombinasikan antara pengetahuan tentang bahan-bahan penyembuhan dari tumbuhan-tumbuhan dengan mantera-mantera lagu yang bersifat mistik, sementara dokter-dokter Saracen dari Arab memperhatikan hygiene dan pengembangan keterampilan mahir dalam pembedahan dan anastesi. Prinsip penyembuhan ini diadopsi oleh dokter-dokter italia pada akhir abad pertengahan, yang akhirnya memformalisasi pelatihan medical di universitas pertama di Eropa (O.U.,1985). Salah satu sarjana terkemuka dari Italian Medical School adalah seorang wanita yang beranan trotula yang menurut Alic (1990) : “Salah satu alasan Kemasyuran Trotula adalah artikelnya dalam bacan klasik, yaitu “the diseases of woman”. Dari bacaan ini Dr. Hurd-Mead menulis :
“Ini menanggung sentuhan tangan seorang dokter wanita pada setiap halamannya. Bacaannnya penuh dengan hal-hal yang umum, praktis, dan bantu untuk zaman tersebut, kenyataannya melebihi abad ke-11 dalam hal pembedahan, analgesic, perawatan ibu dan bayi selama periode postpartum”.
Ksatria dari St. John
• Sepanjang periode 1095-1271 Eropa terlibat dalam perang agama yang dikenal sebagai perang salib, yang mengacaukan kehidupan keluarga dan menghancurkan tugas sosial. Para Prajurit

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: